Antique Old World Map & Picture

36
119

peta kuno

Keliling banyak stand di pameran kerajinan di Jakarta International Convention Center, ternyata ada satu stand yang tampil beda. Umumnya stand yang ada di sana didominasi oleh stand busana atau kerajinan (misalnya stand kerajinan Ulap Doyo). Baru kali ini ke pameran dan melihat ada stand foto-foto vintage yang pada  awalnya kusangka menjual perangko (dari jauh warna warni gambar bunga terlihat seperti perangko sih..).

foto vintage
Ada seorang ibu yang asyik memilih gambar-gambar tua, mau cari gambar buat pasang di ruang kerja. Akupun jadi ikut nimbrung duduk di karpet.  Memang dasarnya suka segala sesuatu yang kuno dan  tua, jadi asyik sendiri. Akhirnya aku ijin suami buat berlama-lama di situ, sedangkan dia keliling sendiri melihat stand lainnya. Baiknya dia yah..#pukpukoomabang.


Stand ini diisi oleh pak Marwoto yang menjual peta kuno dan gambar-gambar asli dari buku tua.  Halaman bergambar itu diletakkan pada sebuah pigura kertas import dan ditutupi plastik tipis. Gambar-gambar itu ada yang hitam putih atau berwarna,  sebagian menggambarkan kehidupan masa lalu, peta,  flora  fauna, dll. Kualitas warna masih cemerlang, coba perhatikan gambar noni-noni Belanda dan kembang di bawah,  tetap cantik kan seperti  gambar baru, hanya kertas dasarnya saja yang kekuningan.

Gambar-gambar kehidupan masyarakat Indonesa masa lalu cukup banyak di situ. Di gambar kedua  di atas ada ironi kehidupan, anak kecil merokok sudah ada sejak dulu juga ya, ada ekspresi anak kecil ketika di suntik (gambar ketiga), kampung di Nias dan Palembang, dsb.

Kutanya apa tak sayang mempreteli buku-buku tua, yang tentunya mengandung banyak ilmu pengetahuan, katanya dia hanya menjual gambar dari buku yang sudah sangat rusak, lepas dari jilidannya, sulit diperbaiki, dan berbahasa Belanda sehingga sudah  sedikit orang di sini yang mengerti. Buku yang masih bagus belum dijual dan bahkan dia tak hendak menjual buku kuno tentang  wayang yang sudah banyak ditawar orang asing, dia hanya mau melepas buku itu ke orang Indonesia, katanya  supaya budaya negeri ini tetap ada di sini.

Pak Marwoto  ramah dan suka bercerita. Ia punya banyak langganan orang asing  yang suka cari peta kuno negaranya masing-masing, bahkan berani  bayar mahal untuk itu.  Peta ini katanya untuk souvenir expatriate yang pulang ke negaranya atau untuk dipasang di ruang kerja. Peta Indonesia tua  harganya pun cukup  lumayan,  nggak sanggup deh he..he…. Buku-buku tua koleksi pak Marwoto ini yang termuda adalah terbitan awal abad 20.

Ini sebagian koleksinya.



Tak sanggup buat keputusan gambar yang mana yang akan dipilih, aku beberapa kali membolak-balik tumpukan koleksinya. Selama ini aku hanya mengumpulkan kartu pos reproduksi suasana masa kolonial, dihadapkan dengan aneka pilihan ini sungguh pusing, mau pilih yang mana, karena semua bagus. Aku cari gambar gedung tua atau bersejarah tak ada di situ.

Nah, diantaranya aku temukan gambar ini, gambar jembatan kereta api di Jawa Barat, melihat bentuk dan tingginya tembok penyangga kuperkirakan ini Jembatan  Cikubang. Jembatan ini ada  di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Jembatan ini memiliki empat pilar baja seberat sekitar 110 ton dan jembatan kereta api terpanjang di Indonesia dengan panjang 300 meter.  Jembatan  Cikubang mulai dipakai tahun 1906 dan masih  dipakai sampai kini. Awet banget ya, itulah peninggalan kolonial yang masih bermanfaat. Bisa dibilang masih adalah sedikit kebaikan dan jasa pemerintah kolonial untuk kehidupan kita.


Asal foto ini tak jelas dari tahun berapa. Caption foto ini menarik menurutku ” Djembatan Kereta Api Jang Berkelok Ditanah Priangan – Kareta api ditanah Djawa dan pada beberapa behagian poelau Sumatra, jang kerap isi orangnja, sama halnja dengan kapal api oentoek poelau jang lain2 di Hindia ini, ja’ni perloe akan memadjoekan keramaian dan kasenengan negeri. Lihatlah pada gambar ini betapa soekarnja dan besar belandjanja memboeat djalan kareta api ditanah jang bergoenoeng2.

Nova Art –  Bp Marwoto                 Pondok Surya Mandala,  jl Surya Elok II Blok R no 27                                 Jakamulya – Bekasi 17146

marwotoart@yahoo.com

36 COMMENTS

  1. coba saya ikutan deprokan bareng..pasti makin lamaaaa duduknya

    Cakep-cakep ya gambarnya..dibingkai trs dipajang di Dinding tangga..waaah mauuuu…

    • ha..ha .. iya teh
      cukup lama juga aku mendekam di situ, setelah si ibu kerudung hijau pulang.., semua tumpukan itu aku buka lagi satu2.., nggak mau rugi he..he..

    • nah iya Fe…, udah pengen aja beli beberapa gambar bunga itu
      tapi masih pake ngitung dulu sih he..he..

  2. Beliau dapat buku-buku tua itu dari mana ya, Mbak? Saya kok jadi penasaran :hehe. Iya sih, memang agak sayang juga kalau mempreteli buku sepuh seperti itu, cuma kalau memang sudah sangat rusak ya tak bisa diapa-apakan lagi, misal kalau hancur karena perang, kan. Jadi ya agaknya ini langkah yang cukup baik supaya fragmen buku itu bisa tetap bertahan.

    Jembatannya keren! Kayaknya kita baru bisa lewat jembatan itu kalau ambil kereta Jakarta–Bandung, yak? Seru, euy, memang peninggalan sepur kolonial itu memang super banget. Semoga dulu pas membangun itu mereka membayar pekerja kasar (yang pastinya pribumi) dengan bayaran yang pantas.

    • katanya sih ada aja yang jual buku itu ke dia, mungkin emang karena udah lama ngumpulin buku tua udah banyak tau jaringannya

      iya jembatan Cikubang itu antara Jakarta Bandung, dari tol Cipularang keliatan juga lho, lebih asyik lihatnya lewat jalan biasa, pasti seru nungguin kereta lewat dan langsung jepret

  3. Melihat fotonya terbayang gimana susahnya ambil keputusan, MM. Aku pasti juga gitu, kalau bisa pengen beli semua hehehehe…

  4. Foto-fotonya klasik sekali.
    Wah itu kekayaan yang ternilai. Sayang banget kalo jatuh ke pihak asing yang belum tentu mau merawatnya setelah dibeli.

  5. jadi ingat kakek saya nih bun, dirumahnya masih banyak gambar-gambar dari foto buku kunonya. Bahkan kliping2 lama juga masih tersimpan. Sayang sekali tidak bisa bertambah lagi sejak Oktober lalu meninggal

    • nah iya Chi.., ilustrasinya banyak yang sangat cantik.., gambarnya itu timbul dan warnanya masih sangat terang

  6. Aku suka banget melihat buku-buku lama (banget) itu!! Peta zaman kuno juga aku suka lihat, melihat bagaimana “tidak akurat”-nya bentuk-bentuk pulau di peta itu, dll 🙂

    • oh kalau gitu pas ke Jakarta bisa datang ke Gedung Arsip di jl Gajah Mada, banyak repro peta kuno dipajang

  7. Salut kepada mereka yang masih tekun mengoleksi barang-barang kuno. Maklum, seringkali terjadi, rajin mengumpulkan ini-itu dan akhirnya teronggok tak diurusi.
    Terima kasih reportasenya.
    Salam hangat dari Jombang

  8. Ikutan ndheprok ah…duh peta-peta tua yang memikat.
    Banyak buku tumbuhan lama tak menggunakan foto namun lukisan seperti di buku yang dipertontonkan Bp Marwoto. Trim mbak berbagi keindahan ini.

    • buku yang dipegang si bapak itu tentang tanaman obat Indonesia, buku ini ada dua, yang satu khusus penjelasannya satunya lagi khusus gambar tanamannya

  9. Tapi keren juga gambar jadul dikasih pigura gitu
    Berasa jaman SD dulu suka bikin kliping koran bekas ditempel tempelin ke dinding buat nutup gedhek bolong 😀

    • wah dwifungsi dong korannya
      aku pernah pake koran untuk nyampul buku, cari yang halaman warna warni

  10. Makin antik makin berharga… barang-barang kuno memang bisa bikin kita bernostalgia ya mak.. ^^d
    Bahasa Belanda dan pengaruhnya semakin memudar di kehidupan sosial kita ya… bagusnya kita bisa jadi diri sendiri dengan identitas nasional kita meski ratusan tahun lalu pernah dijadikan daerah koloni mereka. Tapi kadang aku mikir juga .. keren juga kalau kita bisa Bahasa Belanda 😀

  11. Wah bener juga tuh Pak Marwoto, buku-buku tua yang sudah betul-betul rusak dan gambarnya masih bagus tetap bisa dijadikan sesuatu yang berharga 🙂

  12. Terima kasih atas semua comennya, masih buanyak lagi koleksinya lho yang bikin geregetan, kalau mau lihat yang lainnya hunungi kami di 0818760947, atau email ke marwotoart@yahoo.com, nanati asya kirim gambar gambarnya siapa tau berminat, mau beli juga boleh, mau njualin juga boleh, mau nanya harga juga boleh, mau nawar juga boleh, salam beraktivitas. Marwoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here