Pasukan raun doyan makan, terutama wakil komandan wk..wk… Kalau tersiar kabar ada penjual makanan enak yang terjangkau jarak tempuh dan biayanya, layak banget dikejar sampai dapat. Di luar kota? Tak masalah. Informasi tempat makanan enak khas setempat diperoleh selain dari buku panduan wisata juga dari orang lokal atau teman yang berasal dari sana. Misalnya di Magelang dapat informasi kelezatan Sop Senerek dari petugas front office hotel. Dari supir mobil sewaan di Probolinggo bisa mencicipi Rawon Nguling dan menjajal kelezatan Bakso Presiden pinggir rel di Malang, sate kambing batibul Wendi’s di Tegal (juga tahu aci Murni Putra Jaya) diketahui dari buku Info Wisata Jawa Tengah. Semua itu jenis jajanan kaki lima populer khas daerah, yang sudah banyak pelanggannya.
Jajan di pedagang kaki lima tentu saja ada patokan khusus yang tak boleh dilanggar, kebersihan harus tetaap diperhatikan. Pedagangnya sendiri , warung dan gerobak serta perkakas lainnya juga harus bersih, tak dekat tempat sampah atau berdebu. Suatu kali pernah membatalkan pesanan karena melihat ada anak kecoa di gerobak burger di sebuah mal, pernah juga batal pesan soto karena hanya ada seember kecil air cuci piringnya, dll.
Nah ini 5 jenis jajanan kaki lima populer khas di berbagai kota , mulai dari cemilan sederhana sampai makanan yang agak berat :
1. Ketan Bakar Sambal Oncom Lembang
Pernah menjajal kelezatan ketan bakar Lembang? Kali ini berburu kuliner tak bersama dengan pasukan raun, tapi dengan para emak teman sekolah dulu. Temanku itu bila ke Bandung selalu mampir makan ketan bakar di Pasar Buah Lembang. Dia nih yang menunjukkan tempatnya, sekalian belanja buah-buahan segar yang menggiurkan di sana. Sengaja dari Jakarta berangkat sepagi mungkin supaya bisa mencicipi aneka jajanan semaksimal perut menerima he..he.. Dan betul, jam setengah sembilan pagi rombongan sudah beredar di Pasar Buah Lembang, waktu yang masih pas untuk sarapan ya kan ?
Pernah sekali mencicip ketan bakar sambal oncom saat ada diklat di Bandung. Waktu itu rasanya tak cocok di lidahku, aneh aja rasanya. Lha biasanya di rumahku makan ketupat ketan pakai rendang he..he…, makanya agak skeptis dengan rencana sarapan ini. Kami mendatangi meja terdepan di pasar Buah-buahan Lembang, jalan Raya Lembang. Meja bu Kartinah ini selain menjual ketan bakar juga ada colenak, jagung dan pisang bakar. Kiat para emak agar tetap nyaman berwisata kuliner yaitu pesan dua piring untuk berlima, he..he., masih banyak rencana mengisi perut soalnya.
Ternyata ya ketan bakar ini enak banget, empuk legit. Ketan yang sudah dikukus dan dipotong bentuk balok kemudian dibakar di atas tungku. Penyajiannya, di atas pisin diltetakkan sepotong ketan bakar dilengkapi sambal oncom dan serundeng. Du..du..du.., empuk gurih agak sedikit pedas. Nyuus banget.
2. Pisang Plenet Semarang.
Di gerobaknya tertulis Pisang Plenet itu khas Semarang . Kabarnya kini sudah jarang yang menjualnya. Makanan ringan ini tak sengaja ditemukan. Kami makan malam lesehan sate ayam. Letak lesehan ini di emperan toko-toko di jalan Gajah Mada, Semarang. Sate ayamnya enak dan empuk, pernah dicicipi sewaktu pertama kali ke Semarang. Ketagihan makan dengan suasana lesehan, makanya kembali lagi ke jalan ini, tak jauh dari Simpang Lima kok. Dari hotel Semesta di jalan KH Wahid Hasyim jalan kaki ke lokasi tak sampai sepuluh menit. Selain deretan penjual sate ayam juga ada satu buah gerobak pisang plenet.
Pisang plenet, bukan pisang planet, nama yang terdengar asing. Ternyata kata plenet itu dari bahasa Jawa yang artinya dipipihkan. Bahan dan cara menyiapkannya sederhana. Pisang kepok dibakar di atas bara api kecil sampai layu, angkat dan diletakkan di atas wadah , ditekan hingga pipih. Permukaan pisang pipih diolesi margarin dan diberi topping sesuai pilihan. Awalnya variasi topping hanya butiran coklat, gula bubuk atau selai nanas, kini disediakan keju dan berbagai jenis selai lainnya. Setelah itu ditutup dengan pisang pipih kedua. Mirip dengan ropipa, roti pisang panggang kalau di Jakarta ya.
Melihat proses persiapannya, jadi ngacai deh. Walau sudah agak kenyang , dipesan juga seporsi pisang plenet untuk berlima, dibungkus saja untuk dimakan di hotel. Kalau nggak dipesan nanti jadi penasaran, maklum ada embel-embel khas Semarang. Dimakan selagi hangat ternyata enak kok rasanya, manisnya rasa pisang kepok ditambah gurih mentega dan meises, sangat sedap, menyesal deh cuma pesan satu. Harga pisang plenet Rp 10.000,- per porsinya. Lesehan ini digelar sore hari setelah toko tutup.
3. Mi Tek-tek Polda Bandar Lampung
Di kota Bandar Lampung itu jajanan kaki lima populernya kebanyakan aneka jenis mi, mi ayam, mi bakso dan mi Tek-tek. Mi Tek-tek di Bandar Lampung ini mirip dengan Mi Jawa, ada mi, irisan kol dan tomat dan telur atau suwiran daging ayam. Perbedaannya ada tambahan ebi dalam kuahnya.
Dahulu sih pedagang mi tek-teknya berjualan keliling kota pada malam hari. Kini pedagang mi tek-tek keliling sudah jarang, sebaliknya ada beberapa yang membuka warung tenda, salah satunya di daerah Teluk Betung, di depan Taman Dipangga. Warung ini tak bernama. Si ibu pemilik bilang “sebut saja mi Polda”, karena letak tendanya di sebelah Polda.
Warung tenda mi polda ini yang langsung diserbu setelah sampai di Bandar Lampung pas mudik terakhir. Terkena angin laut di kapal penyeberangan dan disambung lelah melewati Jalinsum rupanya membuat “masuk angin”. Rasa itu langsung lenyap begitu lambung merasakan kehangatan kuah kental mi tek-tek.
Warung tenda mi polda ini buka sore hari mulai jam 4 sampai malam hari. Jika tenda tak sanggup menampung pengunjung, bisa juga memesan dan makan di mobil saja. Harga produk per porsinya murah meriah, Rp 17.000,-.
4. Mi Kocok Bandung
Salah satu makanan khas Bandung yang sudah dikenal sejak dulu yaitu Mi Kocok. Makanan ini berkuah lebih kental dibandingkan mi bakso. Kuah kentalnya itu didapat dari merebus kaki dan kulit sapi. Pelengkapnya adalah mi gepeng, tauge dan kaki sapi atau kikil, bisa juga ditambah sumsum . Taburan seperti pada umumnya makanan berkuah ada daun seledri, daun bawang dan bawang goreng.
Kali ini kami cicipi Mi Kocok Kaki Sapi Mang Nanang. Gerobak dan tendanya ini ada di salah satu pojok dekat Taman Lalu Lintas Bandung. Siang itu ada beberapa orang juga yang duduk menikmati mi kocok di bawah tenda. Ada beberapa pedagang di sini, dan mereka menyediakan meja kayu panjang. Menurutku rasa mi kocok di tempat ini belum ‘nendang’ deh.., lidahku merasa masih ada yang kurang, bumbunya saat itu masih kurang terasa. Tampaknya masih perlu berburu mi kocok di tempat lain.
Memang begitulah suka duka dalam perjalanan. Tak selalu dapat pengalaman menyenangkan, tak semuanya makanan yang dipilih mampu memuaskan selera.
5. Lamang jo Duren Bukittinggi
Nggak mencicipi lamang jo duren saat wisata ke Bukittinggi? Rugiii…he..he.. Iya, ini yang terasa di hati saat bersama keluarga jalan-jalan ke sana. Tapi pada akhirnya di kunjungan berikutnya bisa duduk santai di dangau pinggir jalan di Cingkariang, tak jauh dari Rumah Puisi Taufik Ismail dan Taman Budaya Fadli Zon. Dangau itu sebuah pondok kayu sederhana, untuk pengunjung disediakan lesehan beralas tikar.
Lamang atau lemang itu adalah ketan yang dicampur santan dan dimasak dalam bambu yang telah dialasi daun pisang. Cara memasaknya dengan dibakar di atas tungku. Istimewanya di dangau ini bisa lihat langsung proses pembakaran lemang. Makanya lemang hangat itu masih terasa legit sekali, fresh from the oven. Keistimewaan lemang di tempat ini adalah lemang isi pisang, di tempat lain lemang itu hanya ketan saja. Lemang bisa dimakan dengan berbagai macam variasi, dengan srikaya, tapai ketan hitam, rendang atau yang paling maknyus menurutku dengan duren matang pohon.
Makan lamang dengan duren di sore hari di tengah dinginnya udara perbukitan ditingkahi bau asap yang menyerbu hidung dan memerahkan mata sungguh pengalaman yang ingin diulangi lagi. Walau akibatnya pakaian berbau asap tetapi itu pun tak mampu menyurutkan niat untuk kembali lagi. Apalagi kemudian disudahi dengan hangatnya kopi kawa daun. Alangkah sedapnya…
Demikian 5 jenis jajanan kaki lima populer khas dari berbagai daerah yang kami temui selama dalam perjalanan. Menikmati makanan khas membuat perjalanan semakin meninggalkan kesan yang dalam.
Huaaaa. Baru pernah coba dua di antara 3 Mbak Monda. Mi kocok sama Mi tek-teknya aja nih.. Ngiler sama ketan bakar sambel oncomnya! :-9
yang dagang ketan bakar di Lembang banyak Dan, cobain deh ..enak lho
lamang gimana ya rasanya?? prnasaran…
rasanya mirip lemper mbak
ngiler mie kocoknya ni, sedeeepp kayaknya
kurang begitu asyik yang ini ..nanti kalau nemu yang enak aku share deh
belum pernah nyobain satu pun hehehe.. ke semarang tapi nga nyobain pisang plenet, ke bandung beberapa kali tapi nga pernah sekalipun nyobain mie kocok wkwkwk..
diinget2 kalau ke Bandung cari mi kocok he..he..
wualaahh..variatif sekali. Banyak jajanan dari berbagai daerah, bener2 penikmat wisata kuliner sejati 😀
trims Sieti.., selain tukang jajan.. makanan kaki lima kan murah meriah.., lebih hemat kantong he…he..
Dari daftar aku pernah nyobain 3 yang ketan sambel oncom, pisang plenet sama mie kocok tapi di Rawamangun (tapi aku minta ga pakai tetelan). Duh masih pagi disini salah baca deretan makanan begini haha. Kangen makan ketan sambe oncom, yummm!
mi kocok Rawamangun di mana Den..? pengen nyari deh..
Disebrang Arion Mall mbak. Tapi ga sebrang persis sih, masih agak jalan menuju arah pertigaan. Deket sama terminal rawamangun. Kalo dari arah Arion letaknya disebelah kiri jalan deket dengan pertigaan. Tempatnya pinggir jalan persis tapi agak menjorok ke dalam. Namanya Mie Kocok Bandung (kalo ga salah ingat). Enak itu mbak, tempat jujugan makan siang orang2 kantorku dulu. Aku dulu ngantor di Pulogadung.
trims ya Den.. kalau ne Rawamangun aku cari deh..
mi kocok enak yang di jalan banteng, kak.. deket pasar buku palasari.. di mangkoknya dikasih sumsum tulang, enak banget!
kudu dicatat ini mak, trims ya..
Aku belum pernah nyoba satu pun kak…hahahaha…. Milih tempat jajanan kaki lima memang musti hati2 sekali ya kak, selain kebersihan tempat, juga kebersihan peralatannya.. aku paling gak bisa kalo liat perkakas makan hanya dicuci seadanya di satu ember
kalau belum pernah nyoba semuanya.., ada yg mirip
kalau mi kocok itu agak2 mirip dengan mi celor Plembang Lis..
wiehhh lampung masuk tuhhhh, jangan lupa mampir lagi gan yaaaa
pastinya akan mampir lagi
Jajanan unik semua. Sy cuma pernah nyoba lemang.. 🙂
kaya ya variasi kuliner kita…, makanya seneng banget berwisata kuliner
aduh mbak jadi ngiler aku kan, kangen masakan indonesia.. lamang jo durian teringat pas tggl di bukittinggi.. sedapnya mak oi.. *drooling