3 Pilihan Tindakan Bila Menemukan Artikel Dikopas

32
213
Copas

Pastilah akan timbul perasaan kesal atau mungkin marah  bila melihat kenyataan  artikel yang telah  ditulis dengan susah payah diambil orang lain. Tak tanggung-tanggung tulisan dipindahkan  seratus persen  tanpa ada titik koma atau tak ada sepatah kata yang dihilangkan, semua dicontek plek sama persis dengan karya asli.  Tulisan pengalaman pribadi telah berpindah ke blog milik orang  lain berikut  seluruh foto-fotonya, tanpa persetujuan pemilik tulisan. Terbayang kerja keras  dan lamanya menghabiskan waktu di depan komputer saat proses penciptaan tulisan tersebut. Proses yang   dimulai dari mencari ide, bagaimana hingga berkali-kali bongkar pasang kalimat sampai terasa pas di hati, pemilihan kata yang sesuai,  sunting ejaan dan eyd, sunting  dan resize foto, membuat watermark hingga akhirnya mantap  hati untuk  menekan tanda “Publish”. Tindakan apa yang bisa dilakukan apabila menemukan artikel buatan kita dicontek atau dikopas  di blog lain?

Mengapa risau bila artikel dicopy paste?

Tentu dong risau, galau gundah gulana karena jadinya kelak  akan ada duplicate content, konten ganda. Konten ganda ini  bisa saja nantinya menyebabkan blog dicoret oleh Google, atau bisa juga menurunkan SERP.  Kesamaan tema tulisan dengan blogger lain tak bisa dihindari, makanya harus ada pembeda berupa gaya bahasa dan  pilihan kata. Tulisan ini pun tak murni hasil pemikiran sendiri tetapi berdasarkan pengalaman pribadi, dan tentu saja baca sana sini, serta tak lupa  tanya blogger lain yang lebih berpengalaman. Sengaja dituliskan di sini agar tak lupa dan untuk mengingatkan supaya diriku tak ikut-ikutan arus kemudahan terjebak tindakan jiplak menjiplak. Blogger yang sering menjiplak pasti akan dicap jelek oleh blogger lainnya, bisa-bisa nggak ada temannya lho atau nggak diterima ikut bergabung di  sebuah komunitas.

Bagaimana cara mengetahui tulisan di blog telah dijiplak  orang lain?

Apa sih pengertian copy paste? Yang disebut Copy paste / kopas  adalah menyalin seluruh artikel tanpa menyuntingnya sama sekali lalu tulisan diterbitkan  di blog pribadi  dengan atau tanpa memberikan sumber  asli. Bukti tulisanku dikopas orang ditemukan secara tak sengaja ketika ingin baca tulisan lamaku. Aku  ingin tahu posisi sebuah tulisanku , maklum trafik saat itu sedang anjlok setelah ganti konfigurasi permalink. Kaget dong saat tahu judul tulisanku yang dikopas  ada di halaman pertama Google, sedangkan artikel asli tak ada.

Kejadian lain lagi ketika mendatangi blog pribadi seorang pengarang yang bukunya pernah kureview, eh oleh  sang pengarang tulisanku dicomot seratus persen di blog pribadinya. Sakitnya tuh di sini…

Cara gampangnya mencari tulisan yang dijiplak yaitu bisa melalui copyscape.com, dengan  hanya  memasukkan url tulisan yang ingin diteliti.

Tindakan yang dilakukan bila menemukan artikel dicaplok  atau dikopas seratus persen

Ada 3 pilihan yang bisa dilakukan

  1. Melaporkannya ke Google DMCA, tentu saja sebaiknya  sebelum mengambil tindakan ini  mengingatkan si plagiator untuk menghapus postingan tersebut atau hanya membuat ringkasan dengan bahasanya sendiri.
  2. Relakan saja artikel dikopas dan terus buat konten baru lagi dan lagi. Ini adalah pendapat blogger yang percaya diri dan yakin pembaca blog lebih memilih yang orisinil.
  3. Edit artikel  asli, sunting susunan kata dan kalimatnya agar tak sama lagi dengan artikel lama. Hal ini yang kulakukan. Aku berpendapat  lebih baik aku mengalah karena aku diberi link hidup, he..he… madatan backlink…, berarti minimal dia ada niat baik. Anggap saja begitu walau dia tak meminta ijin sebelumnya. Apalagi setelah kulihat blog tersebut  berisi kumpulan artikel sejarah yang biasanya sepi peminat. Aku beranggapan positif sajalah, mungkin dia tidak tahu banyak mengenai aturan dan etika tak tertulisa dalam perbloggingan. Atau  mungkin blog kumpulan artikel itu hanya sebagai koleksi dan bukannya punya tujuan tersembunyi  akan menjual blog bila suatu saat trafik sudah tinggi. Setelah menanyakan pada mbak Shintaries tindakan ini efektif daripada ngos-ngosan kejar orang yang kopas. Hitung-hitung menambah pahala bila ikhlas, aamiin.

Demikianlah 3 pilihan tindakan bila menemukan tulisan dikopas orang lain. Tindakan yang anda pilih tentu harus disesuaikan dengan niat menulis di blog. Bila blogging just for fun tentu tak terlalu memusingkan tindakan kopas, tapi bila blogging for fund, nah ini yang harus berpikir keras mengatasai jiplak menjiplak supaya posisi anda tetap baik.

 

 

 

 

 

 

32 COMMENTS

  1. Syukur alhamdulilah saya belum pernah menemukan ada artikel saya yang dikopas ke blog orang lain, kalau bisa jangan sampai deh :hehe. Tapi kalau untuk sekarang saya memandangnya dari sisi yang berbeda: entah bagaimana kalau ada yang kopas artikel, somehow terasa seperti sedikit pujian :hihi, habisnya ini berarti di luar sana ada seseorang, yang meskipun dia tukang jiplak, menganggap artikel yang kita tulis sebagai sesuatu yang sangat bagus dan dia juga sangat ingin bisa menuliskan hal serupa, tapi dia tak bisa sehingga akhirnya dia menjiplak :haha.
    Pikiran saya terlalu jauh, ya?

  2. saya dulu pernah ngalamin waktu ngeblog di MP. bukan cuma satu atau dua…. tapi belasan copas 100% mirip tanpa ada backlink…. atau menyebutkan sumbernya. ada pula yang nama tokohnya diganti penyebutannya.

    dan ternyata blog itu udah lama nggak update yg artinya mungkin nggak diurus sama pemiliknya

    • waduuuh banyaknya sampai belasan …
      kekinya udah tingkat tinggi mungkin ya, terus masih mau bertahan apa triknya bang, karena temanku malahan jadi nggak ngeblog lagi

  3. Masih mending klo 100% copy paste internal link ikut ke copy, lhaaa klo copynya 99% alias copy plek dan internal link kita didelete itu lebih sadis lagiii hhhh

  4. Ih Mbak, meskipun blog just for fun tapi kalo di copas tetep aja ga rela lah. Lah nulis kan pakai mikir, enak aja dia pakai copas2 segala. Thanks Mbak sudah kasih tau caranya menelusuri tulisan dicopas. Aku merasa tulisanku ada yg ngopas nih *huahahaha ini ke GR an tingkat kecamatan :))))

  5. Terima kasih mbak Monda, sharing bermanfaat ini. Beberapa postingan saya dicopas bulat-bulat, ada yg mencantumkan back-link ada yg ‘dianggap karya sendiri’ terlihat dari cara menanggapi komen. Betul tanpa disadari gaya penulisan personal membantu kita saat tulisan dicopas. Tetap semangat nenulis.

    • wuaduuuh mbak.., tulisan mbak kan spesifik banget gaya tulisannya…, kok berani2nya, gampang ketauan banget ah

  6. Aku ga kepikiran cari tau kalau seandainya ada blog yang copas tulisann saya (iih geer amat, ya :D). Tapi kalau iya kejadian sebel, lah. Buat nulis satu postingan blog itu, kadang sejam ga cukup. Bisa-berjam-jam atau diendapkan beberapa hari.

  7. Makasih sharingnya kak. Aku ngeblog cuma untuk seneng2 aja, tapi tetep aja kurang rela kalo tulisan dicopas. Apalagi kan yang aku tulis tuh kejadian sehari2 yang aku dan keluarga alamin, jadi kalo sampe tulisanku dicopas, berasa kisah hidupku dicuri orang juga..hahaha…dan itu udah pernah kejadian..

    • foto-foto pak Chris bagus2 sih…, orang2 pada ngiler liatnya…
      tapi ya kok nggak minta ijin sih..

  8. kadang memang sebagian blogger akan marah akan hal ini namun bagi beberapa blogger yang mencari penghasilan di dunia online mungkin lebih memilih opsi nomer 2. atau juga opsi nomer 3. cukup risau juga sih kalo ada blogger yg ngopas hasil jerih payah ngetik artikel berjam jam. Nah untuk mensiasatinya dipasanglah skrip anti kopas di widgetnya atau memasang baner “DMCA”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.